Partner

Visitor Tracker

Sebanyak 600.000 Data e-KTP Ganda Ditemukan

21 Februari 2012 - 15:00:00 WIB | Diposting oleh : Foenya


Kementrian Dalam Negeri menemukan sekitar 600.000 data e-KTP ganda. Arief Wibowo, selaku Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu DPR RI, mengatakan, "Data e-KTP yang terindikasi ganda tersebut masih dilakukan verifikasi."

Lebih lanjut, Arief menjelaskan, saat rapat kerja antara Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Dirjen Administrasi Kependudukan dijelaskan bahwa data ganda pada pembuatan e-KTP tersebut ada yang keseluruhan yakni nama, tanggal lahir, alamat, tanda tangan, sidik jari dan retina.

Ditemukannya data ganda pada pembuatan e-KTP yang menggunakan sistem online, menurutnya, menunjukkan penggunaan e-KTP sudah efektif sehingga bisa cepat diketahui jika ada data ganda.

"Belum diketahui persis apa penyebab data ganda pada pembuatan e-KTP,karena sedang diverifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Salah satunya mungkin proses entri data yang kurang akurat," kata anggota Komisi II DPR RI ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, Kementerian Dalam Negeri telah menemukan sebanyak 64.000 data ganda pada proses perekaman data penduduk pada pembuatan e-KTP. Menurut dia, data ganda tersebut sebagian menggunakan data sama, kecuali alamat yang berbeda-beda serta sebagian data ganda lainnya adalah adanya kesamaan sidik jari.

Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)

Sumber Gambar : Google


 

 

 

 

Knowledge Center

10 Negara Dengan Pajak Penghasilan Tertinggi(Baca)


United Nation e-Government Index 2012(Baca)


10 Kota dengan Internet Tercepat di Dunia(Baca)


20 Negara Tertinggi dalam Ekonomi Digital 2010(Baca)


10 Instansi dengan Layanan Publik Terbaik(Baca)


10 Negara dengan Share GDP Tertinggi untuk Pendidikan (Baca)


Berita Terkini Wartaekonomi

Kita Pengakses Situs Porno No.2 Terbesar di Dunia(Baca)


CKGSB China-ASEAN Business Forum(Baca)


Jurus Taklukkan Ledakan Data(Baca)


Tantangan CIO Hadapi Gelontoran Data (Baca)


Ketika Tsunami Data Bukanlah Kendala(Baca)


Strategi Pengelolaan Devisa Hasil Ekspor(Baca)